March 28, 2008

IMA 2008



Hingar bingar teriakan orang menyambut hari yang satu ini. Hari Jum'at malam Sabtu bulan Maret yang kebetulan juga kelender 2008 menunjukan kalo hari tersebut tanggal 28. Malam ini memang akan terasa sangat sangat spesial dan dinantikan banyak orang. Karpet merah yang panjang segera di gelar, lampu berlaratkan kuning keemasaan dipadu dengan dekoari panggung yang begitu memukau membuat orang segan melangkahkan kakinya di sana. Kursi bercorak merah ditambah kehadiran seorang yang paling terkenal di Indonesia untuk masa jabatannya sekarang Bapak Wakil Presiden Jusuf Kala "Selamat malam Bapak!!" menambahkan kesan kalo acara ini begitu eksklusif, * mesti beberapa kali nulis ternyata untuk kata yang satu ini yang jauh dari kata familiar buat seorang Aku. Hanya untuk kalangan elit semacam Bapak Wapres. Kali ini sich beliau juga ga akan nanggepin wartawan kalo nanya masalah lumpur Lapindo yang tak kunjung kelar, atau mengenai kelanjutan proses pemblokiran situs-situs pornografi yang kemaren sempat bergeming dibahas di TeVe, atau masalah kebanjiran yang udah jadi budaya di Indonesia dan Jakarta khususnya, beda lho ama Jayakarta doeloe. Dan siapa yang tahu kalo Bang Foke juga ga mau kalo mesti nanggung ini sendiri. Hmmpp...jadi inget waktu ketemu beliau di pelataran Monas sana di penghujung tahun lalu, senyumnya yang khas dihiasi taburan kumis item tebel, jadi semakin eye catching and so great walaupun dengan postur tubuh yang tidak cukup tingga seperti mas Adang Daradjatun bukan Nandang Daradjatun :-D he..he..
Tapi kali ini beliau tak nampak hadir di acara ini, mungkin sibuk juga mengurusi koridor busway yang belum lama ini resmi dibuka, yang hadir kali ini hanyalah sekumpulan artis dan selebritis terkenal dan begitu memikat banyak orang. Malam penganugerahan Indonesian Movie Award (IMA) tahun ini yang diselenggarakan RCTI menurut aku memang sangat bagus. Konsepnya penuh dengan perencanaan matang dan diatur sedemikian rupa dari jauh-jauh hari supaya lebih maksimal saat acara berlangsung. Ada yang terasa janggal buat aku, masih ada aja selebtiris semacam Irwansyah salah dan sedikit terkesan kaku saat membacakan nominasi bareng Nia Ramadani. Mungkin untuk seorang Irwan Permadi masih bisa kita tolelir. Ini yang nangkring bukan si abang gendut gitchu... Think Difference!! Apa karena merasa ga comfort berdiri di hadapan banyak orang?? Rasanya ga mungkin seorang Irwansyah kaya gitu, secara dia udah lama juga bergelut di bidang keartisan di Indonesia. Sedikit nervous mungkin. Aku juga ga nuntut banyak sich, aku mesti inget gimana pas aku ngalamin hal yang sama. *narzizmeu.." Dan juga sederetan artis lain yang masih juga terkesan tidak profesional dalam mendukung acara ini. Balik lagi ke dunia masing-masing, mungkin aku ga pantes ngomong kaya tadi. :-)
Histerisme acara karya Indra Yudistira dengan tema "Story of Love" ini sungguh sangat bergengsi, ga kalah dari anugerah Oscar di luar negeri. Acara ini sungguh spektakuler dan menyedot banyak orang termasuk aku untuk menyaksikannya walaupun tak sempat hadir ke Jakarta Convention Center secara langsung. Akhir-akhir ini perfilman Indonesia memang sedang ada di puncak dan sangat fenomenal untuk kita ketika tau sederetan anggota MPR juga rame-rame datang ke Bioskop. Tidak hanya Bioskopisme atau orang-orang yang bukan insan yang ga biasa nonton ke Bioskop yang ikut memadati 21 di sekitar Jakarta, bahkan Wapres Jusuf Kala juga nonton barengan ama istri tercintanya. Banyak bioskop yang memasang 2 film yang sama sekaligus di dua studio di bilangan Gajah Mada Blok-M atau Cilandak, Jakarta Selatan, karena studio yang 1 udah penuh dan tiket jam 9.45 juga ga ada yang nyisa. Iring-iringan keluarga dari yang paling kecil sampai nenek yang aku kira udah tua baget, seumuran nenek aku di kampung sana masih juga mau desak-desakan cuma buat lihat Fahri yang kebetulan waktu itu bukan aku yang meranin tokoh ini. Ada juga yang rela bawa kursi sendiri demi untuk menonton film yang kata orang sangat bagus ini. Sekali nonton aja dirasa ga cukup, hari berikutnya balik lagi (*termasuk aku sendiri) ke bioskop yang belum aja 2 minggu tayang di bioskop sudah bisa menyedot penonton sampai 2,5 juta orang. Sebuah angka yang fantastis untuk sebuah karya film layar lebar. Melihat ini pula kemaren Bapak Presiden Republik Indonesia didampingi istri dan 80 Duta Besar luar negeri wara wiri datang ke XXI Senayan untuk menyaksikan film ini. Siapapun orangnya memang perlu untuk sesekali menghadirkan liburan dalam hidupnya biar ga jenuh. Orang-orang pemerintahan juga manusia. Jadi, sah-sah aja mo ikutan nonton ke Bioskop manapun, yang penting ga lupa ama tugas utamanya mengurusi urusan-urusan negara. Inget-inget aja di kantor masih ada kerjaan atau ngga. :-) Piisssss...
Aku ga bermaksud buat ngebahas film apa ini lebih lanjut. Yang pastinya 2 kali seorang yang mencintai seni peran kaya aku ini nonton, cukup untuk membuat aku nangis. Balik lagi ke acara IMA 2008, film ini memang tidak diikutsertakan, karena sepengetahuan aku IMA 2008 ini mulai dihitungnya mulai 1 Maret 2007 - 30 Januari 2008. Acara yang dibuka oleh sederatan artis macam Ringgo A. Rahman, Choki Sitohang dan artis lain. Waktu demi waktu berjalan, artis berdatangan, duduk di kursi merah, sesekali ada yang naik panggung untuk menerima pengghargaan. Melihat penampilan Rachel Maryam dibalut busana hitam putih menjulur panjang ke bawah namun bagian dada yang terbelah, tidak tertutup rapi. Jangan tanya kenapa, ini mode. Dan bukan hal yang tabu di kalangan selebritis. Sekali kita ngeliat, Wuiiiihhhh....aku sendiri juga ga nyakin awalnya ngeliat Rachel kaya gitu, seingatku.....dan yang aku tahu dari dulu dia ga gitu dech, tambah lagi dipasangkan ama Mas Tio Pakusadewo yang ternyata diam-diam nyimpen perasaan juga ama Om Rudi Wowor di filmnya Quickie Express. :-) gokil cuy!!
Saatnya untuk bagi Lukman Sardi dan Sandra Dewi naik ke panggung untuk membacakan nominasi pemeran utama pria terfavorit. Malam ini yang masuk nominasi ini diantaranya Om Dedi Mizwar, Dwi Sasono, Nicholas Saputra, Tora Sudiro dan ga ketinggalan Vino G. Bastian. Masalahnya disini tu ga aga aku. Orang-orang mungkin pada nanya, emangnya kemana?? Ya..kepada semua penggemar di seantero dunia, mohon maaf banget malem ini aku ga bisa dateng ke acara mewah ini. Yang pasti, saat itu aku lagi nulis tulisan yang ga jela ini nich :-) *Hhmmpp..obsesi yang tertunda. Dan piala layar emas Indonesian Movie Awards 2008 kategori peran utama pria terfavorif kali ini diberikan kepada Vino G. Bastian. Sabar sabar aja nich buat Ndg's Lovers,cukup hanya dengan ngebayangin aku yang nerima anugerah itu koq, ga sulit-sulit banngeut..Ironsnya, tadi dia juga udah menangin satu pengghargaan sebelumnya, di kategori pasangan terfaforit bareng Fahrani di filmnya Radit & Jani. Aku ga bilang maruk koq, tapi kapan nich aku bisa kaya gitu??
*tanya kenapa??
orang yang ga punya keberanian kaya orang ini nich, jangan ngarep dech bisa kaya gitu!boro-boro ikut casting :-(
ngedeketin cewe satu aja butuh beberapa tahun, sayaaangnyaaaaaa minta ampun ama cewe itu, sekalinya diputusin, nyeselnya kebangetan...dasar payah!!
Aaaahh...udah dech, mending ada baiknya aku ga ngebahas acara ini lagi. Pokonya piala Layar Emas Indonesia Movie Award 2008 kali ini untuk kategori film Terfavorif jatuh ke pangkuan "Nagabonar Jadi 2" yang juga masih garapan Om Dedi kayaknya. Sesuai dengan namanya "Naga..." kaya shio aku. :-) he..he..
*mencoba menghibur diri.
"Sukses selalu buat Perfilman Indonesia!!"

0 komentar:

Post a Comment